Awal sebuah akhir

Semua belum berakhir . 

Perihal pelarian yang kukira telah usai, mengakhirkan sesuatu yang semestinya belum berakhir sama saja mempersulit diri. Kisah yang harusnya tertinggal di berbagai tempat pelarian. Ternyata dengan mudahnya menempel lagi menemaniku selama perjalanan. Padahal 2 bulan lalu gunung Prau sudah kujadikan pelarian terakhir, namun hingga perjalananku ke gunung andong kemarin, ingatan tentangmu belum mampu ku buang seutuhnya.

Semua belum berakhir . . 

Perihal pencarian ku akan sosok pengganti, mencari yang seperti dirimu sangatlah sulit. Berkali kali kupaksakan menyamakannya dengan dirimu hingga akhirnya berujung rasa sakit. Sungguh. Bukan ini yang ku mau. Mungkin memang sudah seharusnya aku menerima yang baru. Tak harus sama dengan dirimu. Setidaknya jangan sampai dia menyakitiku seperti yang kau lakukan waktu itu. 

Semua belum berakhir . . .

Setelah kehilanganmu, perasaanku belumlah mati. Masih banyak yang bisa kuperbuat untuk menyenangkan diri. Tak harus dengan materi. Tak juga dengan dicintai. Sungguh aku masih bisa bahagia dengan luka dan duka yang telah kau beri.

Semua belum berakhir . . . .

Perjalanan ini baru dimulai. Cinta yang kukejar takkan pernah usai. Denganmu ataupun yang lain. Dan malam ini. Magelang adalah saksi. Bagaimana aku mengubah pelarian ku menjadi sebuah perjalanan. Karena aku telah ada di jalur yang benar tanpa perlu berlari lagi. Kukejar semuanya dengan perlahan. Karena jujur, ambisiku akan dirimu sedikit demi dikit telah menghilang. Seperti yang kubilang. Disetiap perjalanan pasti selalu diiringi dengan kisah. Dan disini. Tempat ini mengajarkanku bahwa. Magelang,  segala cinta dan luka yang telah lalu, tak akan mungkin kembali terulang. 
Magelang, 31/10/17

Iklan